Peristiwa embun beku di Eropa pada tahun 2024 mengubah cara produsen makanan berpikir tentang pengadaan buah. Penurunan suhu di awal musim semi menghancurkan sebagian besar tanaman raspberry di Eropa Timur dan Utara, khususnya di Polandia, Inggris, dan Serbia. Bahkan merek-merek terkemuka pun harus mengurangi produksi atau merumuskan ulang produk karena ketersediaan buah yang terbatas.
Bagi banyak pihak, krisis ini menyoroti risiko ketergantungan berlebihan pada satu sumber geografis saja. Para importir mulai mencari produsen yang berbasis di Asia, di mana iklim dan infrastruktur pengeringan beku yang terkontrol memastikan ketersediaan sepanjang tahun.
Richfield Food, dengan fasilitas di Tiongkok dan Vietnam, menawarkan solusi terlengkap. Pabrik di Vietnam memasok berbagai produk.Mangga IQF, nanas, dan markisa, sedangkan situs China berfokus pada raspberi kering beku, stroberi, dan blueberry—memastikan kesinambungan pasokan di berbagai musim dan tanaman.
Kehilangan Hasil Panen Raspberry Eropa (2024)
| Negara | Estimasi Kerugian (%) | Penyebab Utama |
| Polandia | 35% | Embun beku terlambat, penyerbukan berkurang |
| Serbia | 28% | Embun beku di awal musim semi |
| UK | 25% | Fluktuasi suhu |
| Spanyol | 10% | Kekurangan air |
Model basis ganda memungkinkan Richfield untuk menawarkan komitmen volume yang fleksibel, jalur logistik yang lebih cepat ke Eropa, dan kemasan khusus untuk klien ritel dan industri. Dengan sertifikasi BRC kelas A, standar organik, dan pengalaman memasok merek seperti Nestlé dan Kraft, Richfield mewakili alternatif jangka panjang yang tepercaya bagi pembeli yang mencari keamanan di tengah volatilitas iklim.
Waktu posting: 10 November 2025
