Dari Viral Menjadi Layak: Mengapa Permen Beku Kering Richfield Adalah Masa Depan Ritel Permen?

Tren permen beku kering tidak terjadi begitu saja — melainkan meledak. Apa yang dimulai sebagai video TikTok viral tentang permen pelangi yang mengembang dalam gerakan lambat kini telah menjadi kategori ritel bernilai jutaan dolar. Seiring semakin banyak pengecer permen yang berlomba untuk memenuhi permintaan, ada satu nama yang menonjol sebagai pemasok global yang siap mengirimkan: Richfield Food.

 

Mengapa format ini begitu populer?

 

Karena permen beku kering tidak hanya mengubah cara permen diawetkan — tetapi juga menciptakan kembali cara menikmatinya. Bayangkan gigitan pelangi asam dengan rasa dua kali lipat, cacing kenyal yang hancur menjadi ledakan rasa manis, atau kumpulan permen buah "geek" yang renyah seperti popcorn. Ini bukan sekadar hal baru — ini adalah tekstur baru, sensasi baru, dan favorit pelanggan baru.

 

Richfield telah memanfaatkan momentum ini dengan membangun lini lengkap varietas beku kering, termasuk:

 

Biasa dan asam permen pelangidalam format jumbo dan klasik

 

Permen beruang dan cacing untuk konsumen yang bernostalgia.

 

Kelompok penggemar teknologi untuk para pencari cita rasa.

 

Bahkan yang dikeringkan bekuCokelat Dubaiuntuk pembeli barang mewah

 

Namun, lebih dari sekadar variasi produk, yang menjadikan Richfield pilihan terbaik bagi pemilik toko permen adalah integrasi vertikalnya. Mereka tidak bergantung pada permen pihak ketiga (seperti Skittles dari Mars, yang sekarang dibatasi). Sebaliknya, Richfield memproduksi sendiri bahan dasar permennya di dalam perusahaan, dengan mesin yang setara dengan merek global ternama. Kemudian, permen tersebut dikeringkan beku menggunakan 18 jalur produksi Toyo Giken di fasilitas seluas 60.000㎡ mereka, yang memastikan efisiensi, keamanan, dan konsistensi.

 

Bagi pengecer permen yang ingin berkembang pesat, menghindari masalah rantai pasokan, dan memanfaatkan booming permen beku kering — Richfield adalah jawabannya.

pabrik1
pabrik2

Waktu posting: 23 Juli 2025